Jakarta, 1 Desember 2025. Selama lebih dari tiga abad, sejak René Descartes (1641) membelah realitas manusia ke dalam dua substansi — Res Extensa (tubuh) dan Res Cogitans (pikiran) — peradaban Barat membangun sains modern di atas fondasi Fisikalitas dan Mentalitas.
Dualitas ini melahirkan
Physical Science dan
Cognitive Science, dua cabang ilmu yang mendorong kemajuan luar biasa dalam teknologi, kedokteran, dan pengetahuan modern.
Namun tubuh dan pikiran belum cukup untuk menjelaskan manusia secara utuh.
Ada dimensi ketiga:
- pusat makna,
- nilai hakiki,
- orientasi batin,
- dan inti terdalam dari eksistensi manusia,
yang selama
379 tahun menjadi ruang kosong dalam epistemologi Barat. Ketidakhadiran dimensi ini membuat
the hard problem of consciousness tetap tak terjawab.
I. REALITAS KETIGA — RES INTRINSECA
Sebagaimana Descartes menetapkan:
- Res Extensa → tubuh (R1),
- Res Cogitans → pikiran (R2),
hari ini,
saya, Luluk Sumiarso (Indonesia), memperkenalkan:
👉 RES INTRINSECA
sebagai
Realitas Ketiga (R3):
Intrinsikalitas,
yakni substansi yang:
- bersifat intrinsik pada dirinya sendiri,
- menjadi pusat makna, nilai hakiki, dan orientasi batin,
- sekaligus inti terdalam kesadaran manusia.
Dengan demikian, struktur realitas manusia menjadi:
- R1 — Fisikalitas (Res Extensa)
- R2 — Mentalitas (Res Cogitans)
- R3 — Intrinsikalitas (Res Intrinseca)
Inilah fondasi dari:
⭐ Filsafat Trialisme Luluk
yang menempatkan manusia sebagai makhluk tiga realitas — bukan dua.
II. ILMU KETIGA — CONSCIO-SCIENCE
Dengan penetapan Res Intrinseca sebagai R3, lahirlah cabang ilmu baru yang melampaui Physical Science (R1) dan Cognitive Science (R2):
⭐ CONSCIO-SCIENCE
Ilmu Ketiga yang mempelajari:
- makna,
- nilai intrinsik,
- intensionalitas batin,
- dan dinamika kesadaran terdalam manusia.
Conscio-Science bukan perpanjangan ilmu psikologi, bukan cabang neurosains, dan bukan metafisika religius.
Ilmu ini berdiri sebagai disiplin baru yang mengisi
kekosongan epistemik sejak 1641.
III. FILSAFAT TRIALISME LULUK DALAM DIRIPEDIA 2.0
Diripedia 2.0 menjadi basis operasional dan sistematis bagi ilmu baru ini.
Struktur ontologis Diripedia 2.0 kini ditegakkan atas tiga realitas:
- R1 — Fisikalitas
- R2 — Mentalitas
- R3 — Intrinsikalitas (Hakikalitas)
melalui matriks, taksonomi, algoritma, dan
meaning architecture yang saya susun sebagai:
- kerangka teoretis,
- metodologi analisis,
- dan sistem pemetaan kesadaran manusia.
Dengan ini, Diripedia 2.0 menjadi sistem pengetahuan pertama yang menyatukan:
- raga,
- jiwa,
- sukma,
- fisikalitas,
- mentalitas,
- dan hakikalitas
dalam arsitektur ilmiah yang utuh.
IV. PENUTUP: DEKLARASI ILMU KETIGA
Dengan nama
Diripedia 2.0,
dengan fondasi
Filsafat Trialisme Luluk,
dan dengan penetapan
Res Intrinseca,
saya mendeklarasikan:
⭐ KELAHIRAN ILMU KETIGA — CONSCIO-SCIENCE
sebagai disiplin pengetahuan baru dari Indonesia untuk dunia.
Deklarasi ini adalah kontribusi bangsa Indonesia dalam memahami manusia secara utuh —
bukan hanya tubuhnya,
bukan hanya pikirannya,
tetapi
hakikat terdalam kesadarannya.
Semoga menjadi bagian dari upaya memuliakan manusia dan memperkaya peradaban.
Jakarta, 1 Desember 2025
Luluk Sumiarso
Penggagas Filsafat Trialisme Luluk
Pengembang Diripedia 2.0
Perumus Ilmu Ketiga —
Conscio-Science